Tegartia's Blog

November 22, 2009

KUMPULAN TUGAS-TUGAS BIOMEKANIKA OLAHRAGA (TUGAS 1-13)

Filed under: Tugas Kuliah — Tag:, , , , — tegartia @ 10:57 pm

Tugas 1

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEIMBANGAN DALAM CABANG OLAHRAGA BULU TANGKIS

Faktor : Stabilitas Berbanding Lurus dengan Besarnya Jarak Proyeksi Jatuhnya Titik Berat Badan ke Tepi Alas yang Searah dengan Gerakan

Keseimbangan atau stabilitas sangat penting dalam kegiatan olahraga. Keseimbangan digunakan sesuai dengan kebutuhan pada masing-masing cabang olahraga termasuk cabang olahraga bulu tangkis. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keseimbangan atau stabilitas, salah satunya adalah Stabilitas Berbanding Lurus dengan Besarnya Jarak Proyeksi Jatuhnya Titik Berat Badan ke Tepi Alas yang Searah dengan Gerakan. Di dalam cabang olahraga bulu tangkis, terdapat service atau pukulan-pukulan yang dapat digunakan oleh para pemain bulu tangkis untuk membuat permainannya lebih bagus, sehingga perlu adanya suatu keseimbangan dalam bermain bulu tangkis. Service yang menerapkan faktor kesimbangan adalah “Deep Single Service” dan “Short Double Service”, sedangkan pukulannya adalah pukulan “Forehand Overhead”. Di bawah ini akan dijelaskan bagaimana pengaruh faktor Stabilitas Berbanding Lurus dengan Besarnya Jarak Proyeksi Jatuhnya Titik Berat Badan ke Tepi Alas yang Searah dengan Gerakan dalam service atau pukulan tersebut.

  1. “Deep Single Service”

Dalam melakukan serve ini yang harus dilakukan adalah berdiri dengan enak dengan sebagian besar berat badan berada pada kaki belakang. Rentangkan ke depan lengan dan jatuhkan shuttle tepat sebelum mengayunkan raket ke muka. Putarlah bahu dan pinggul saat berat badan pindah dari kaki belakang ke kaki muka. Pergelangan tangan dan lengan bawah harus berputar pada saat shuttle disentuh oleh raket. Gerakan akhir serve harus berada tinggi dan usahakan tangan melampaui bahu kiri. Jangan mengangkat atau menggeser kedua kaki sampai saat shuttle dipukul.

Dari penjelasan di atas sangat jelas bahwa stabilitas berbanding lurus dengan besarnya jarak proyeksi jatuhnya titik berat badan ke tepi alas yang searah dengan gerakan. Pada saat awal melakukan serve, berat badan di letakkan di kaki belakang. Kemudian pada saat hendak melakukan pukulan pada shuttle, gerakan bahu dan pinggul diputar ke depan yang diikuti oleh perpindahan berat badan dari kaki belakang ke kaki kanan sehingga disini keseimbangan dapat dicapai pada saat memindahkan berat badan yang searah dengan gerakan.

  1. “Short Double Service”

Ada beberapa yang harus dilakukan dalam serve ini, pertama peganglah shuttle pada ketinggian dada. Pukullah shuttle pada ketinggian sedikit di bawah pinggang dengan raket berada di tangan kanan. Antarlah shuttle, jangan dijentikkan. Pergelangan tangan pada posisi teracung dan teguh selama gerakan ayunan. Pindahkan berat badan dari kaki kanan ke kaki kiri sebelum shuttle tersentuh raket dan sedikit sekali gerakan ayunan lanjut serta gerakan putar tubuh dilakukan.

Sangatlah jelas bahwa stabilitas berbanding lurus dengan besarnya jarak proyeksi jatuhnya titik berat badan ke tepi alas yang searah dengan gerakan dalam melakukan serve ini. Pada saat memukul shuttle dengan raket di tangan kanan, didikuti pula dengan memindakan berat badan dari kaki kanan ke kaki kiri. Sehingga pemindahan berat badan searah dengan gerakan memukul shuttle yang dapat menimbulkan keseimbangan.

  1. Pukulan “Forehand Overhead”

Pukulan ini dilakukan bila pemain berada di bidang kanan lapangan pada posisi belakang. Pertama ambillah “posisi siap”, yaitu dengan kaki dan bahu sejajar dengan jaring. Raket digenggam dengan pegangannya setinggi pinggang dan kepala reket kira-kira setinggi bahu anda serta agak concong ke posisi “backhand”. Lutut agak ditekukkan. Shuttle dipukul ke arah sisi “forehand”, putarlah tubuh sehingga kaki tegak lurus jaring dan bahu kiri mengarah ke jaring. Pindahkan berat badan ke kaki belakang dan bila perlu melompatlah ke belakang sehingga berada tepat di belakang “shuttle” yang sedang melayang. Ketika melangkah ke belakang, angkatlah raket, pergelangan tangan dalam posisi teracung dengan raket berada di belakang kepala dan bahu, kepala raket menghadap ke bawah dan tangan kanan berada di belakang telinga kanan.

Dalam melakukan pukulan ini, arah gerakan searah dengan proyeksi jatuhnya berat badan ke tepi alas yang dapat membuat keseimbangan. Berat badan dipindahkan ke kaki belakang yang diiikuti oleh melangkahkan kaki ke belakang dan jika perlu melompat ke belakang kemudian kita memukul shuttle.

Tugas 2

GERAK LURUS BERUBAH TERATUR

Soal :

Seorang atlit lari jarak jauh berlari dengan kecepatan 40 m/dt setelah 4 detik. Berapakah jarak yang ditempuh oleh atlet tersebut jika dipercepat 3 m/dt dan diperlambat 2 m/dt?

Jawaban dari Soal :

Diketahui :  Vt =  40 m/dt

t     =  4 dt

Percepatan a = 3 m/dt

Perlambatan a = 2 m/dt

Ditanya     :  a.   St jika dipercepat.

  1. St jika diperlambat

Jawab        :

  1. Gerak Lurus Berubah Teratur dengan Percepatan

V0 = Vt – at

= 40 – (3 x 4)

= 40 – 12

= 28 m/dt

St   = V0.t + at

= 28 . 4 + . 3 (4)

= 112 + 24

= 136 m

  1. Gerak Lurus Berubah Teratur dengan Perlambatan

V0 = Vt + at

= 40 + (2 x 4)

= 40 + 8

= 48 m/dt

St   = V0.t – at

= 48 . 4 – . 2 (4)

= 192 – 16

= 176 m

Tugas 3

GERAK CABANG OLAHRAGA ATLETIK

(TOLAK PELURU)

Dalam Analisis Gerak Lurus dan Gerak Berputar

Di dalam suatu cabang olahraga manapun, pasti tidak terlepas dari gerakan yang ada di dalamnya. Suatu gerakan yang harmonis akan menghasilkan prestasi yang membanggakan. Suatu benda atau tubuh dapat membuat gerak lurus dan gerak berputar sekaligus. Salah satu cabang olahraga yakni atletik seperti tolak peluru memadukan dua gerak sekaligus yakni gerak lurus dan gerak berputar. Dalam melakukan tolak peluru memanfaatkan dorongan tungkai, putaran badan, dan tolakan lengan sebagai suatu gaya.

Pada tolak peluru, mula-mula tungkai depan bebas diayun sehingga terjadi momentum, kemudian tungkai belakang yang ditekuk, diluruskan sehingga terjadi gaya dorong yang menyababkan tubuh bergeser (shift) ke depan. Akhir dari shift ini yakni lutut ditekuk dalam-dalam untuk menghimpun gaya dorong berikutnya. Mulailah tolakan yang sebenarnya, yang dikerahkan dari tungkai, putaran pada panggul, lentingan togok dan ayunan lengan (yang tidak memegang peluru) untuk mendapatkan momentum, putaran dari bahu, dorongan dari lengan melalui persendian dari siku, pergelangan tangan dan sentuhan akhir dari jari-jari tangan.

Dari penjelasan di atas mengenai teknik yang ada di dalam tolak peluru, sangatlah jelas bahwa di dalamnya memadukan dua gerak sekaligus yakni gerak lurus dan gerak berputar. Gerak lurus dapat dilihat ketika tungkai belakang yang ditekuk kemudian diluruskan sehingga terjadi gaya dorong yang menyebabkan tubuh bergeser ke depan. Dalam tolak peluru, gerak lurus menimbulkan badan atlit juga bergerak ke depan.

Gerak berputar juga terpadu dengan gerak lurus yang sudah di analisis pada paragraf di atas. Pada tolak peluru, gerak berputar terjadi ketika atlit memulai tolakan yang sebenarnya, yang dikerahkan dari tungkai, kemudian memutar panggul,serta memutar bahu untuk mendapatkan momentum. Sangatlah jelas bahwa ketika kita melempar peluru, untuk mendapatkan momentum yang kuat maka kita perlu memutar tubuh terutama putaran dari pinggul dan bahu yang sudah dijelaskan di atas.

Gerak lurus dan gerak berputar terjadi di dalam melakukan tolak peluru, pada suatu cabang olahraga akan menggabungkan kedua gerak ini. Di dalam tolak peluru perpaduan yang harmonis antara gerak lurus ketika tungkai belakang diluruskan dan gerak berputar terjadi ketika memutar pinggul dan bahu. Seorang atlit harus dapat memadukan kedua gerak ini, sehingga perpaduan antara gerak lurus dan gerak berputar akan dapat manghasilkan suatu prestasi yang membanggakan dalam cabang olah raga atletik terutama tolak peluru.

Tugas 4

GERAK PARABOLA

Soal :

Pada sudut  dengan garis horisontal, sebuah bola dilempar dengan kecepatan awal 35 m/dt. Berapakah jarak horisontal dan vertikal serta waktu masing-masing yang ditempuh bola jika sudutnya , ,  dengan garis horisontal. (g = 10 m/dt)

Jawaban dari Soal :

Diket : = 35 m/dt

=

=

=

g    = 10 m/dt

Ditanya : R dan t,  dan t dari masing-masing sudut.

Jawab :

  1. Horisontal
  • =

R   =                                  t  =

=                                =

=                                   =

= 61,25 m                                         = 1,82 dt

  • =

R   =                                  t  =

=                                =

=                                       =

= 122,5 m                                         = 4,97 dt

  • =

R   =                                  t  =

=                                =

=                                 =

= 106,58 m                                       = 6,09 dt

  1. Vertikal
  • =

=                             t  =

=                               =

=                               =

= 4,14 m                                           = 0,91 dt

  • =

=                             t  =

=                              =

=                               =

= 30,88 m                                         = 2,49 dt

  • =

=                             t  =

=                              =

=                               =

= 46,36 m                                         = 3,01 dt

Tugas 5

GERAK PARABOLA KHUSUS TOLAK PELURU

Soal :

Sebuah peluru dilempar dengan kecepatan awal 10 m/dt. Peluru dilepas dari tangan pada ketinggian 4m. Hitunglah jarak hasil tolak peluru jika membentuk sudut , , .

Jawaban dari Soal :

Diket : =  10 m/dt

h    =  4 m

g    = 10 m/dt

Ditanya :   a.    jika  =

b.    jika  =

c.    jika  =

Jawab :

=
  1. a.

=

=

=

= 124,8 m

  1. b.

=

=

=

= 109,88 m

  1. c.

=

=

=

= 77,54 m

GERAK PARABOLA KHUSUS LOMPAT JAUH

Soal :

Seorang atlit lompat jauh bergerak dengan kecepatan titik berat badan saat bertumpu adalah 7,5 m/dt. Jarak vertikal dari titik berat badan ke tanah saat bertumpu adalah 1m. Sementara jarak dari titik berat badan saat bertumpu adalah 1,3m. Sudut proyeksi titik berat badan . Sudut tungkai saat bertumpu terhadap garis vertikal adalah  dan sudut sudut tungkai kaki saat mendarat adalah . Berapakah jarak yang lompatan yang dicapai atlit?

Jawaban dari Soal :

Diket : V   =  7,5 m/dt

h    =  1 m

c    =  1,3 m

=

=

=

g    = 10 m/dt

Ditanya :

Jawab :

=

=

=

= 19,67 m

Tugas 6

HUKUM NEWTON

Hukum Newton terdiri dari tiga bagian yakni :

  1. Hukum I       :  Hukum Kelembaman  (Law of intertia)

“Suatu benda akan tetap dalam keadaan diam atau dalam keadaan gerak kecuali karena pengaruh gaya yang merubah keadaannya.”

  1. Hukum II     :  Hukum Percepatan (law of acceleration)

“Percepatan suatu benda karena suatu gaya berbanding lurus dengan gaya penyababnya”

  1. Hukum III    :  Hukum Reaksi (Law of reaction)

“Setiap aksi selalu ada rekasi yang sama dan berlawanan”

Analisis Hukum Newton dengan Aplikasi Dikaitkan dengan Kegiatan Olah Raga Bela Diri

  1. 1. Hukum I      :  Hukum Kelembaman  (Law of intertia)

Ketika olah raga beladiri baru dimulai maka kedua atlet yang melakukan pertandingan belum melakukan suatu gerakan apapun. Ketika wasit mulai menentukan atlet mana yang boleh bergerak untuk menyerang atlet lain. Atlet II akan diam karena belum mendapatkan penyerangan dari atlet I, barulah atlet II akan bergerak ketika ia mendapatkan sebuah gaya dari atlet I. Hal ini sesuai dengan pernyataan pada hukum Newton I yakni Hukum Kelembaman yang menyatakan suatu benda akan tetap dalam keadaan diam atau dalam keadaan gerak kecuali karena pengaruh gaya yang merubah keadaannya

  1. 2. Hukum II    :  Hukum Percepatan (law of acceleration)

Pada olah raga beladiri, seorang atlet dapat menyerang atlet lain diseeuailkan dengan sudut serangan yang dilakukan oleh atlet I. Atlet I menyerang dengan menggunakan siku dengan sudut tertentu sehingga dapat merobohkan lawan. Maka gaya yang diberikan oleh atlet I untuk menyerang atlet II berbanding lurus dengan percepatan ketika atlet II jatuh. Penje;asan di atas sesuai dengan pernyataan pada Hukum Newton II yakni Hukum Percepatan yang menyebutkan bahwa Percepatan suatu benda karena suatu gaya berbanding lurus dengan gaya penyababnya.

  1. 3. Hukum III   :  Hukum Reaksi (Law of reaction)

Dalam olah raga bela diri tentunya terdapat dua atlet yang berusaha untuk menjadi pemenang. Jika atlet I menyerang atlet II, maka atlet II dapat juga mnyerang kembali atlet I dengan tempat yang berlawanan. Misalnya saja atlet I menyerang pundak pemain dua maka atlet dua dapat melawan dengan menyerang kembali bagian dada atau bahkan menjatuhkannya. Pemain II menyerang kembali karena berusaha mempertahankan dirinya agar tidak terjatuh. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan hukum Newton III yakni Hukum Reaksi yang berbunyi setiap aksi selalu ada rekasi yang sama dan berlawanan

Tugas 7

HUKUM NEWTON

Soal :

Atlet A menabrak atlet B pada sudut  dengan arah gerakannya dan menggunakan gaya sebesar 100 kg. Sedangkan atlet B bertumbukan menggunakan gaya sebesar 150 kg. Berapa jauh atlet A dapat menggeser atlet B, apabila atlet A menumbuk dengan B pada sudut  dengan arah gerakannya?

Jawaban :

Diket : A   =  100 kg

B   =  150 kg

=

=

Ditanya :   dan

Jawab :

  1. =  +- 2 AB cos                                    cos =

=  +- 2(100)(150) cos                         =

=  10000 + 22500 – 30000 (0,087)                                =  0,868

=  29885                                                                   =

=

=  172,9 kg

  1. =  +- 2 AB cos

=  +- 2(100)(150) cos

=  10000 + 22500 – 30000 (0,906)

=  5310

=

=  72,9 kg

cos =

=

=

=  0,594

=

Tugas 8

SISTEM PENGUNGKIT

  1. A. Olahraga yang Menggunakan Sistem Pengungkit I

Sistem Pengungkit dapat diaplikasikan ke dalam olahraga yang sering kita lakukan. Sistem Pengungkit I digunakan dalam olahraga basket. Ketika menggunakan teknik-teknik dalam olahraga basket, terutama pada saat kita melakukan shooting, maka kita menggunakan jenis pengungkit I yakni sumbu putaran terletak antara beban dan gaya. Sendi siku (ekstensi sendi siku/articulatio cubiti) yang menggerakkan incertio tricep brachii dan lengan bawah dan tangan. Sendi siku menggerakkan lengan bawah dan tangan yang terdapat berat, sehingga incertio tricep brachii akan tergerak dan memberikan gaya. Dengan adanya pergerakan sistem sendi yang merupakan jenis pengungkit I, maka sendi siku incertio tricep brachii memberikan gaya pada berat yang ada pada tangan sehingga bola dapat masuk dengan tepat ke dalam ring.

  1. B. Olahraga yang Menggunakan Sistem Pengungkit III

Di dalam olahraga voli dapat diaplikasikan juga jenis pengungkit III, terutama ketika kita melakukan phusing. Jenis pengungkit III yakni gaya terletak antara beban dan sumbu putaran. Sendi yang menggerakkan adalah sendi siku dan menggerakkan incertio bicep brachii dan lengan bawah dan tangan. Namun berbeda dengan jenis pengungkit I, disini gaya yakni incertio bicep brachii berda di antara sumbu putaran yakni sendi siku dan beban yakni lenganbawah tangan. Dengan adanya gerakan dari sendi siku yang menghasilkan sebuah gaya, akan mendorong beban yang tidak lain adalah bola voli itu sendiri sehingga kita dapat memukul bola voli ke atas yang disebut teknik phusing.

Tugas 9

MOMENT GAYA

Soal :

Pelempar tolak peluru mengakhiri putarannya siap untuk melepaskan peluru dengan kecepatan rata-rata 28,17 radial/detik. Besarnya jarak antara pusat peluru sampai dengan pusat putaran (columna vertebralis) adalah 70 centimeter (radius). Berapakah kecepatan linier peluru?

Jawaban :

Diket :   =  100 kg

Perpanjangan = 70 cm = 0,7 m

Ditanya :

Jawab :

Jika radius di perpanjang 0,7cm, maka :

=  28,17 x 0,7 = 19,72 m/dt

Tugas 10

GAYA SENTRIFUGAL DAN SENTRIPETAL

Soal :

Seorang pelari berlari di lintasan menikung yang berjari-jari 40 m, dengan sudut  untuk menetralisir gaya sentrifugal. Berapakah gaya yang manarik keluar lintasan dari tikungan tersebut jika berat padan pelari adalah 60 kg?

Jawaban :

Diket : r     =  20 m

α    =

B               =  60 kg

g    =  10 m/dt

Ditanya :  Gaya sentrifugal = G

Jawab :

Untuk mencari gaya sentrifugal maka harus terlebih dahulu dicari kecepatannya dengan cara sebagai berikut :

tg α      =

tg 30    =

0,577   =

=  200 x 0.577

=  115,4

=  10,7 m/dt

Mencari gaya sentrifugal yakni dengan cara sebagai berikut :

G   =

=

=

=  34,62 kg

Tugas 11

GAYA GESER

Aplikasi Gaya Geser dalam Olah Raga Basket

Gaya geser dapat dialikasikan ke dalam olah raga seperti olah raga bola basket. Di dalam olah raga bola basket sangat diperlukan kecepatan gerak kaki dan tangan. Ketika mendrible bola dan melempar bola pada teman diperlukan keseimbangan yang tepat agar bola benar-benar tepat sampai di tangan teman. Kemungkinan dari pergerakan kaki yang ideal adalah tergelincir karena sepatu pemain yang licin ketika bersentuhan dengan lantai. Hal ini bisa diminimalisir dengan menerpakan gaya gesr pada olah raga basket, diantaranya pemain dapat mengganti bahan sol spatu dengan sol karet yang tidak licin dan sedikit diperlebar agar gaya geser yang dihasilkan dari gaya yang menekan permukaan sepatu dengan gaya yang menekan permukaan lantai dapat diminamilir sehingga tidak terjadi gaya geser yang cukup besar yang dapat menyebabkan pemain tergelincir.

Tugas 12

TUMBUKAN

Aplikasi Tumbukan dalam Olah Raga Tenis Lapangan

Tumbukan terjadi pada olah raga tenis lapangan diantaranya adalah oleh raga tenis lapangan. Arah gerap pukulah bola pada tenis lapangan sangat tergantung dari sudut penekanan yang dibentuk anatara tangan dan juga raket. Ketika pemain memukul bola dengan raket maka yang terjadi adalah tumbukan antara raket dengan tenis yang menghasilkan arah gerak pukulan. Sehingga ketika atlet menginginkan gerak pukulan yang baik maka ia harus mengkoordinasikan tumbukan yang terjadi antara bola dengan raket tenis lapangan.

Tugas 13

ELASTISITAS

A.  Rumus Elastisitas untuk Dua Buah Benda yang Sama-sama Bergerak

Soal :

Dua buah bola digelindingkan saling berhadapan sehingga keduanya saling bertumbukan. Kecepatan bola pertama sebelum tumbukan adalah 40 m/dt, sedekan setelah tumbukan berubah menjadi 20 m/dt. sedangkan bola kedua memiliki kecepatan awal sebelum tumbukan yakni 30 m/dt, sedangkan setelah tumbukan berubah menjadi  25 m/dt. bearapakan elasitasnya?

Jawaban :

Diket :   =  20 m/dt

=  40 m/dt

=  25 m/dt

=  30 m/dt

Ditanya :  elastisitas = e

Jawab :

e    = 

=

= 0,5

B.  Rumus Elastisitas untuk Dua Buah Benda yang Salah Satunya Tidak Bergerak

Soal :

Sebuah bola basket yang berdiameter 20 cm, dijatuhkan dari ketinggian 140 cm. Berapakah koefisien elastisitasnya?

Jawaban :

Diket : diameter    =  20 cm

tinggi         =  140 cm

Ditanya :  koefisien elastisitas = e

Jawab :

Kecepatan bola setelah tumbukan :

St = 140 – 20 = 120 cm = 1,2 m

=  2 .g. St

=  2. 10. 1,2

=  24

=  4,9 m/dt

Kecepatan bola sebelum tumbukan :

St = 140 + 20 = 160 cm = 1,6 m

=  2 .g. St

=  2. 10. 1,6

=  32

=  5,6 m/dt

Elastisitas bola basket tersebut adalah :

e       = 

= 0,875

C.  Kecepatan Bola Setelah Terkena Pukulan

Soal :

Sebuah bola dilempar dengan kecepatan 50 m/dt, kecepatam pemukul 25 m/dt. berat pemukul adalah 2,7 kg, sedangkan berat bola adalah 0,7 kg, koefisien elastisitas bola adalah 0,14. berpakah kecepatan bole setalah kena pukul?

Jawaban :

Diket : =   50 m/dt

=   25 m/dt

=   2,7 kg = 0,27

=   0,7 kg = 0,07

e    =   0,7

Ditanya :  kecepatan bola setelah kena pukul =

Jawab :

=

=

=

=

=  41,25 m/dt

About these ads

7 Komentar »

  1. [...] http://tegartia.wordpress.com/2009/11/22/kumpulan-tugas-tugas-biomekanika-olahraga-tugas-1-13/ This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink. ← Perkembangan Kognitif Anak dan Remaja Analisis Gerak Cabang Olahraga Renang Gaya Dada → [...]

    Ping balik oleh Analisis Gerak Cabang Olahraga Panahan | Rahmad kadaryanto K52 — Juni 26, 2010 @ 10:04 am

  2. [...] Widjaja, Surja dr. 1998. Kinesiologi The Anatomy of Motion. Jakarta: Balai Penerbit FKUI This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink. ← Analisis Gerak Cabang Olahraga Panahan [...]

    Ping balik oleh Analisis Gerak Cabang Olahraga Renang Gaya Dada | Rahmad kadaryanto K52 — Juni 26, 2010 @ 10:04 am

  3. sangat membantu mahasiswa dosen dlm pembelajaran mata Kulaih Biomekanika ola, tlg kirim soal essay dalam bentuk teori dan perhitungan,trims

    Komentar oleh Husnul Maab — Oktober 23, 2010 @ 4:27 am

  4. materinya kurang lengkap nich,apa yang aku cari gax ketemu disini

    Komentar oleh mirza syaifudin — November 3, 2011 @ 7:52 am

  5. bagus…

    Komentar oleh Ziee Jhank Plamboyan — November 20, 2011 @ 2:08 am

  6. Tolong dibuatkan makalah yang judulnya “Percepatan Memadukan Gaya”

    Komentar oleh Sahlan,A.Ma.Pd — November 21, 2011 @ 12:19 pm

  7. MATERINYA BELUM LENGKAP SICH ! MATERI YG AKU CARI GAK ADA

    Komentar oleh Sarbiah — November 13, 2012 @ 1:32 pm


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: