Tegartia's Blog

November 24, 2009

SUMBER BELAJAR VIDEO

Filed under: Tugas Kuliah — Tag:, , , , — tegartia @ 12:32 pm

BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Abad 21 merupakan abad pengetahuan dimana pengetahuan akan menjadi landasan utama segala aspek kehidupan. Abad pengetahuan sangat berpengaruh terhadap pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan lapangan kerja. Pendidikan adalah salah satu hal yang sangat penting untuk membekali siswa menghadapi masa depan. Untuk itu proses pembelajaran yang bermakna sangat menentukan terwujudnya pendidikan yang berkualitas. Siswa perlu mendapat bimbingan, dorongan, dan peluang yang memadai untuk belajar dan mempelajari hal-hal yang akan diperlukan dalam kehidupannya. Tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap pendidikan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat pendidikan tidak mungkin lagi dikelola hanya dengan melalui pola tradisional. Selain tuntutan tersebut, masyarakat menginginkan kebutuhan akan informasi dan komunikasi, dimana informasi dan komunikasi sangat berpengaruh pada kemajuan dibidang pendidikan. Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan masyarakat, pemahaman cara belajar anak, kemajuan media komunikasi dan lain sebagainya memberi arah tersendiri bagi kegiatan pendidikan dan tuntutan ini pulalah yang membuat kebijaksanaan untuk memanfaatkan media teknologi dalam pengelolaan pendidikan.
Sebagai bagian dari kebudayaan, pendidikan sebenarnya lebih memusatkan diri pada proses belajar mengajar untuk membantu anak didik menggali, menemukan, mempelajari, mengetahui, dan mengahayati nilai-nilai yang berguna, baik bagi diri sendiri, masyarakat, dan negara sebagai keseluruhan (Sudarwan, 1995:3). Selain itu pendidikan mempunyai peranan penting dalam mengembangkan sumber daya manusia, supaya anak didik menjadi manusia yang berkualitas, profesional, terampil, kreatif dan inovatif.
Oleh karena itu, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan bagi dunia pendidikan agar mampu menghasilkan generasi muda yang terpelajar serta up-date terhadap perkembangan yang terjadi. Maka perlu adanya refresh terhadap variabel pembelajaran dimana salah satu yang urgent yaitu pemilihan sumber belajar yang efektif untuk mewujudkan optimalisasi proses pembelajaran sehingga dapat berjalan dengan efektif dan efesien.

1.2    Rumusan Masalah

Dari latar belakang permasalahan diatas, dapat dirumuskan pokok pembahasan yang perlu untuk dikaji secara spesifik, yaitu :
1.    Apa Arti dan Jenis Sumber belajar?
2.    Bagaimana Pemanfaatan Sumber belajar?
3.    Bagaimana Pengembangan Sumber Belajar Video?

1.3    Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu agar pembaca dapat mengetahui dan mengerti tentang :
1.    Arti dan Jenis Sumber belajar
2.    Pemanfaatan Sumber belajar
3.    Pengembangan Sumber Belajar Video

BAB II
PEMBAHASAN

2.1     Arti dan Jenis Sumber belajar

Sumber pembelajaran adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektifitas dan efisiensi tujuan pembelajaran. Sedangkan media pendidikan adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran. (Hamalik, 1985:23). Gagne (1970) dalam bukunya (Sadiman, 1996:6), menyatakan bahwa media pendidikan berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Media pendidikan juga diartikan sebagai media komunikasi yang dipakai dalam kegiatan belajar mengajar.
Dalam pasal 1 no 20 Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa “pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”. Dari apa yang terdapat dalam Undang-Undang RI tentang Sisdiknas tersebut jelaslah bahwa sumber belajar, di samping pendidik, mutlak diperlukan dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran hanya akan berlangsung apabila terdapat interaksi antara peserta didik dengan sumber belajar dan pendidik. Dengan kata lain tanpa sumber belajar maka pembelajaran tidak mungkin dapat dilaksanakan dengan optimal, karena tidaklah mencukupi untuk mewujudkan pembelajaran bila interaksi yang terjadi hanya antara peserta didik dengan pendidik saja. Yang sangat diperlukan dari pendidik terutama adalah perannya dalam memberikan motivasi, arahan, bimbingan, konseling, dan kemudahan (fasilitasi) bagi berlangsungnya proses belajar dan pembelajaran yang dialami oleh peserta didik dalam keseluruhan proses belajarnya. Sedang sumber belajar berperan dalam menyediakan berbagai informasi dan pengetahuan yang diperlukan dalam mengembangkan berbagai kompetensi yang diinginkan pada bidang studi atau mata pelajaran yang dipelajarinya. Oleh karena itu sumber belajar yang beranekaragam, di antaranya berupa bahan (media) pembelajaran memberikan sumbangan yang positif dalam peningkatan mutu pendidikan dan pembelajaran.
Menurut AECT (Association of Education and Communication Technology), terdapat enam macam sumber belajar yaitu pesan, orang, bahan, alat, teknik dan latar / lingkungan. Keenam sumber belajar tersebut juga merupakan komponen system pembelajaran, artinya dalam setiap kegiatan pembelajaran (padanan untuk kata instructional), selalu terdapat keenam komponen tersebut. Pesan adalah kurikulum atau mata pelajaran yang terdapat pada masing-masing sekolah atau jenjang pendidikan dan yang perlu dipelajari oleh murid, orang, antara lain guru, tutor, pembimbing dan sebagainya adalah yang menyampaikan pesan pembelajaran kepada siswa, bahan adalah program yang memuat atau berisi pesan pembelajaran seperti buku, program video atau audio, VCD dan lain-lain, alat adalah sarana untuk menayangkan bahan atau program seperti proyektor film, video recorder, OHP, dan sebagainya, teknik adalah prosedur yang digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran seperti diskusi, karyawisata, demonstrasi, ceramah, dan sebagainya, dan yang terakhir adalah latar (settings) yaitu lingkungan di mana belajar dan pembelajaran berlangsung misalnya di kelas, di taman, penerangan dan ventilasi ruangan, dan sebagainya.
Agar dapat berfungsi secara optimal dalam kegiatan belajar dan pembelajaran, sumber belajar tersebut perlu dikembangkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya, yang meliputi berbagai kegiatan seperti pengadaan, produksi, penyimpanan, distribusi dan pemanfaatan, agar sumber belajar tersebut benar-benar dapat digunakan secara optimal untuk kepentingan kegiatan belajar dan pembelajaran. Lembaga yang mempunyai tugas untuk mengembangkan dan mengelola berbagai sumber belajar yang secara mutlak diperlukan untuk penyelenggaraan kegiatan belajar dan pembelajaran tersebut adalah Pusat Sumber Belajar.

2.2    Pemanfaatan Sumber belajar

Pemanfaatan sumber belajar menggunakan alat bantu berbasis teknologi dengan media elektronik saat ini sangat umum digunakan di dunia pendidikan. Misalnya, penyebaran ilmu pengetahuan melalui pemutaran sebuah program pelajaran atau film edukasi dari sebuah kaset video atau keping cakram video, juga penggunaan media audio seperti kaset, hingga penggunaan media proyeksi dengan alat bantu Komputer.
Kesemua media ini sebenarnya berfungsi hampir sama dengan buku, yakni program yang diputar sesuai kebutuhan. Bedanya, visualisasi pada buku sangat kurang dan tidak semenarik jika dibandingkan visualisasi yang ditampilkan media elektronik.
Perkembangan dunia pendidikan sungguh luar biasa dengan didukung kemajuan Teknologi Informasi. Teknologi Informasi membuat pembelajaran lebih efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan pembelajaran.
Teknologi Informasi membuat pembelajaran lebih efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan pembelajaran dengan didukung oleh
1.    Analisa pengetahuan dan keterampilan siswa dengan benar.
2.    Mempertimbangkan perbedaan pengetahuan dan keterampilan siswa.
3.    Tujuan pembelajaran harus spesifik
4.    Mengembangkan kemampuan berpikir anak
5.    Lingkungan belajar yang kondusif
6.    Kenyataan kehidupan sehari-hari siswa
7.    Praktek yang relevan
8.    Umpan balik yang benar

2.3 Pengembangan Sumber Belajar Video

Video berasal dari bahasa latin yang berarti “saya lihat”.
Video adalah teknologi elektronis untuk capturing, recording, processing, storing, transmitting, dan merekonstruksi suatu squence still image yang mana dapat menampilkan scene bergerak.
Pertama kali teknologi video dikembangkan untuk jaringan televisi, tetapi kemudian dikembangkan lebih lanjut dalam banyak format sehingga memungkinkan perekaman video pada tingkat konsumer. Video dapat juga dilihat melalui Internet sebagai video klip atau Video Streaming di monitor komputer. Video berbeda dibanding film, yang menangkap gambar bergerak sebagai urutan gambar statis secara photographis. Perkembangan video merupakan tindak lanjut dari film.
Video adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisi-kan dan menata ulang gambar bergerak.
Digital video adalah jenis sistem video recording yang bekerja menggunakan system digital dibandingkan dengan analog dalam hal representasi videonya. Biasanya digital video direkam dalam tape, kemudian didistribusikan melalui optical disc, misalnya VCD dan DVD.
Salah satu alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan video digital adalah camcorder, yang digunakan untuk merekam gambar-gambar video dan audio, sehingga sebuah camcorder akan terdiri dari camera dan recorder.
Macam-macam camcorder: miniDV, DVD camcorder, dan digital8 :

The First Camcorder, 1983        mini-DV Camcorder            Sony DV Handycam

Kelebihan dan Kelemahan Video
v    Kelebihan Video
a.    baik untuk semua yang sedang belajar mendengar dan melihat
b.    bisa menampilkan gambar, grafik atau diagram
c.    bisa dipergunakan di rumah, di luar kelas maupun dalam perjalanan dalam kendaraan
d.    bisa diperlambat dan diulang
e.    dapat dipergunakan tidak hanya untuk satu orang
f.    dapat dipergunakan untuk memberikan umpan balik
g.    Dapat memberikan rangsangan visual dan audio secara serempak dapat menjangkau lebih luas.
h.    Dapat menyajikan gambar yang sangat mendekati keadaan sebenarnya / menyajikan pengalaman langsung pada penonton.
i.    Dapat menyajikan obyek yang langka/ unik ke dalam kelas.
j.    Dapat menghadirkan obyek yang jauh letaknya/ yang sudah terjadi di masa lalu.
k.    Mampu menyajikan unsur warna, bunyi, gerakan dan suatu proses yang jelas.
l.    Dapat mengkordinasikan penggunaan berbagai media yang lain dengan baik seperti film, slide dan gambar.

v    Kelemahan Video
a.    Sering dianggap sebagai hiburan TV
b.    kegiatan melihat videotape adalah kegiatan pasif
c.    menggunakan video berarti memerlukan dua unit alat, yaitu videotape dan monitor TV
d.    dibandingkan dengan kaset recorder, harganya relatif lebih mahal
e.    pemirsa tidak bisa melihat secara cepat bagian-bagian yang sudah tayangan yang sudah terlewatkan.
f.    Kualitas gambar yang dipancarkan lebih rendah dari yang diproyeksikan

v    Optimalisasi Video
a.    Kualitas video sangat variatif, pilihlah yang menghasilkan gambar dan suara yang jelas.
b.    Jangan mempergunakan waktu dengan melihat video yang tidak sesuai dengan yang diinginkan.
c.    Anggaplah melihat video seperti dalam proses pembelajaran di kelas dengan membuat catatan, menjawab pertanyaan-pertanyaan.
d.    Terlibat secara aktif.
e.    Lengkapilah dengan buku petunjuk dan buku-buku latihan.
f.    Cermatilah semua buku yang menyertai video.
g.    Janganlah menjadi penonton yang pasif.
h.    Beristirahatlah ketika anda mulai kehilangan konsentrasi.
i.    Jangan ragu-ragu bertanya kepada guru atau instruktur, apabila ada sesuatu yang kurang jelas.

Video Teleconference
Sebuah teknologi yang lebih menggembirakan dan menambah semangat kita semua untuk bergabung dengan internet, pada bagian ini penulis akan sedikit membahas tentang aktivitas video conference di internet yang dilakukan oleh murid-murid sekolah di negara-negara maju. Jadi, kalau komputer kita sudah tersambung dengan internet, maka sebenarnya telah 95% perlengkapan yang kita butuhkan untuk melakukan video conference telah siap. Sebagian besar perangkat lunak (software) yang dibutuhkan dapat diperoleh di internet dengan istilah men-download dari berbagai sponsor yang ada. Tinggal membutuhkan satu lagi alat dengan apa yang biasa disebut sebagai camera. Ada cukup banyak jenis kamera digital yang dapat dipergunakan untuk keperluan ini, salah satunya yang paling murah adalah Connetix QuickCam, yang dapat diperoleh dengan harga kurang lebih US$ 80,- Dengan kata lain, sebenarnya untuk melakukan video conference peralatan yang dibutuh-kan tidak terlalu mahal.
Para peminat video conference di sekolah-sekolah saat ini banyak tergabung pada kelompok diskusi e-mail yang berpusat Global School Network (GSN) dengan tempat berdiskusi yang beralamat di cu-seeme-schools@gsn.org. Kebe-radaan teknologi ini, memungkinkan bagi siswa di seluruh dunia untuk saling berkenalan satu dengan lainnya. Dengan demikian diharap-kan kita akan melihat bangsa-bangsa di dunia akan saling mengenal akan alam dan budayanya satu sama lain, serta menjadikan seluruh bangsa di dunia ini akan dapat hidup dalam kedamaian.
Demikian sekilas tentang manfaat Internet bagi anak-anak, sekolah, dan keluarga. Mudah-mudahan tulisan ini dapat memberikan semacam motivasi dan menambah semangat bagi kita semua, minimal dalam menggunakan Internet dalam proses pendidikan untuk lingkungan keluarga.

BAB III
PENUTUP

3.1    KESIMPULAN

Sumber belajar melalui media ini sebenarnya berfungsi hampir sama dengan buku, yakni program yang diputar sesuai kebutuhan. Bedanya, visualisasi pada buku sangat kurang dan tidak semenarik jika dibandingkan visualisasi yang ditampilkan media elektronik.
Video adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisi-kan dan menata ulang gambar bergerak. Di dalam pembelajaran befungsi untuk menarik perhatian peserta didik sehingga mereka menjadi antusias dalam pembelajaran tersebut. Dan mempermudah guru untuk penyampaian materi yang diberikan. Oleh karena itu, sekarang ini video menjadi salah satu alternative pilihan yang efektif dan efisien yang digunakan pendidik untuk mentransformasikan materi ynag ingin disampaikan kepada peserta didik

DAFTAR RUJUKAN

Media Pembelajaran. (online), (http://video\media-pembelajaran.html, diakses 3 Mei 2009)

Video. (online), ( http://wekipidea/video.htm, diakses 3 Mei 2009)
Definisi Video. (online). (http://video/audio.htm, diakses 3 Mei 2009)
Internet sebagai Sumber Belajar Anak dan Keluarga. (online), (http://www.tuv.com, diakses 3 Mei 2009)

Pengembangan Pusat Sumber Belajar Di Sekolah. (online), (http.//kumpulan tugas kuliah.wordpress.com, diakses 3 Mei 2009)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: